Tips & Panduan 05 March 2026 3 menit 5 views

Tips Mengurus Sertifikasi Halal BPJPH untuk Pelaku Usaha Kecil

Memahami Sertifikasi Halal BPJPH untuk UMKM Bagi pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan, minuman, kosmetik, atau obat-obatan, sertifikasi halal kini menjadi kebutuhan mendasar. Sejak diberlakukan...

Memahami Sertifikasi Halal BPJPH untuk UMKM

Bagi pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan, minuman, kosmetik, atau obat-obatan, sertifikasi halal kini menjadi kebutuhan mendasar. Sejak diberlakukannya UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) menjadi lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikasi halal di Indonesia.

Meski prosesnya terkesan rumit, mengurus sertifikasi halal sebenarnya bisa dilakukan dengan lebih mudah jika Anda memahami tahapannya dengan baik. Artikel ini akan memandu Anda melalui proses sertifikasi halal khusus untuk pelaku UMKM.

Persyaratan Dasar Sertifikasi Halal UMKM

Sebelum memulai proses sertifikasi, pastikan Anda telah memenuhi persyaratan dasar berikut:

  • NIB (Nomor Induk Berusaha) yang masih aktif
  • Daftar produk yang akan disertifikasi
  • Daftar bahan baku dan bahan tambahan
  • Dokumen proses produksi yang tertulis
  • Memiliki minimal satu Penyelia Halal internal

Langkah-langkah Mengurus Sertifikasi Halal

  1. Pendaftaran Akun CEROL SS23000

    Buat akun di sistem CEROL SS23000 melalui website resmi BPJPH. Siapkan scan KTP dan dokumen pendukung lainnya.

  2. Pengisian Data dan Upload Dokumen

    Lengkapi formulir pendaftaran online dengan informasi perusahaan, produk, dan proses produksi. Upload semua dokumen pendukung yang diperlukan.

  3. Pembayaran Biaya Sertifikasi

    Untuk UMKM, BPJPH menyediakan skema biaya khusus yang lebih terjangkau. Kisaran biaya mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 3,5 juta tergantung skala usaha.

  4. Audit Halal

    Tim auditor dari Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) akan melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan kesesuaian proses produksi dengan standar halal.

Tips Memperlancar Proses Sertifikasi

  • Dokumentasi yang Rapi

    Siapkan seluruh dokumen dalam format digital dan susun dengan sistematis. Ini akan mempercepat proses review.

  • Penyelia Halal yang Kompeten

    Pilih karyawan yang detail dan teliti sebagai Penyelia Halal. Berikan pelatihan yang memadai tentang standar halal.

  • Standardisasi Proses Produksi

    Buat SOP tertulis untuk setiap tahapan produksi dan pastikan semua karyawan memahaminya.

  • Pemilihan Bahan Baku

    Gunakan bahan baku yang sudah bersertifikat halal untuk mempermudah proses audit.

Kendala Umum dan Solusinya

Beberapa kendala yang sering dihadapi UMKM dalam proses sertifikasi halal:

  • Kesulitan memahami persyaratan teknis - Solusi: Ikuti pelatihan atau workshop BPJPH
  • Keterbatasan SDM - Solusi: Manfaatkan program pendampingan dari dinas terkait
  • Masalah dokumentasi - Solusi: Gunakan template dokumen standar dari BPJPH
  • Biaya sertifikasi - Solusi: Manfaatkan program subsidi atau bantuan pemerintah

Kesimpulan

Sertifikasi halal memang membutuhkan persiapan yang matang, namun dengan pemahaman yang baik tentang prosesnya, UMKM dapat menjalani sertifikasi dengan lebih mudah. Yang terpenting adalah konsistensi dalam menjalankan sistem jaminan halal setelah sertifikasi diperoleh.

Jika Anda merasa membutuhkan pendampingan profesional dalam proses sertifikasi halal, tim konsultan kami siap membantu dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam pengurusan berbagai perizinan usaha.

Bagikan Artikel:

Artikel Terkait

Butuh Konsultasi Perizinan?

Tim ahli kami siap membantu Anda mengurus perizinan industri dengan cepat dan transparan